Incubator


Aplikasi

Incubator Telur Ayam

1. Foto Hardware dan Diagram Blok [Kembali]


Diagram Blok:









2. Prosedur Percobaan  [Kembali]

+ Rangkai semua komponen 
+ buat program di aplikasi arduino IDE
+ setelah selesai masukkan program ke arduino 
+ jalankan program pada simulasi dan cobakan dengan modul


Prinsip Kerja
untuk incubator telur ayam dimana sensor LM35 terhubung ke pin A0 arduino, Sensor HIH-5030 terhubung ke pin A1 Arduino dan Pir sensor terhubung ke pin 11 Arduino. Untuk Outputnya pin 10 arduino ada Heater yang akan aktif apabila pir sensor berlogika 1 dan suhu pada LM35 dibawah 25, untuk output selanjutnya pin 9 arduino pendingin yang akan aktif apabila pir sensor berlogika 1 dan suhu berada pada LM35 menunjukkan angka lebih dari 30, apa bila di antara 25 sampai 30 maka tidak akan ada heater maupun pendingin yang hidup, Output selanjutnya pin 8 Arduino Lampu Pijar akan aktif apabila Nilai pada HIH-5030 menunjuukan angka kurang dari 51 , apabila lebih dari 51 maka lampu pijar tidak akan hidup, Untuk semua Output tidak akan berjalan apabila Pir Sensor berlogika 0

4. Flowchart dan Listing Program [Kembali]

Flow Chart



Listing Program:


#include <Wire.h>

const int LM35_pin = A0;
const int HIH5030_pin = A1;
const int pir_pin = 11;
const int heater_pin = 10;
const int cooler_pin = 9;
const int lamp_pin = 8;

void setup() {
  pinMode(LM35_pin, INPUT);
  pinMode(HIH5030_pin, INPUT);
  pinMode(pir_pin, INPUT);
  pinMode(heater_pin, OUTPUT);
  pinMode(cooler_pin, OUTPUT);
  pinMode(lamp_pin, OUTPUT);
}

void loop() {
  int lm35_value = analogRead(LM35_pin);
  int hih5030_value = analogRead(HIH5030_pin);
  int pir_state = digitalRead(pir_pin);

  if (pir_state == HIGH) {
    if (lm35_value < 25) {
      digitalWrite(heater_pin, HIGH);
      digitalWrite(cooler_pin, LOW);
    } else if (lm35_value > 30) {
      digitalWrite(heater_pin, LOW);
      digitalWrite(cooler_pin, HIGH);
    } else {
      digitalWrite(heater_pin, LOW);
      digitalWrite(cooler_pin, LOW);
    }

    if (hih5030_value > 60) {
      digitalWrite(lamp_pin, HIGH);
    } else {
      digitalWrite(lamp_pin, LOW);
    }
  } else {
    digitalWrite(heater_pin, LOW);
    digitalWrite(cooler_pin, LOW);
    digitalWrite(lamp_pin, LOW);
  }
 
  delay(1000); // Delay for stability
}

5. Kondisi [Kembali]

    Suhu diatas 30 : pendingin hidup

    suhu di bawah 25 : heater hidup

    kelembapan di atas 50 : lampu pijar hidup

Rangakain 



Modul 3 aplikasi Grennhouse


Aplikasi Greenhouse 

1. Foto Hardware dan Diagram Blok [Kembali]


Diagram Blok:

2. Prosedur Percobaan  [Kembali]

 Hubungkan semua Komponen
+Program Arduino 
+ jalankan Simulasi 



Rangkaian kontrol greenhouse ini berfungsi untuk otomatisasi lingkungan tumbuhan berdasarkan pembacaan sensor. Pertama, sensor suhu mengontrol pemanas dan pendingin untuk menjaga suhu tanaman dalam rentang optimal. Sensor UV mengaktifkan lampu UV ketika tingkat radiasi melebihi ambang tertentu. Sensor kelembapan tanah mengendalikan motor penyiram sesuai dengan tingkat kelembapan tanah. Sensor pH mengontrol penambahan atau pengurangan bahan kimia untuk menjaga nilai pH dalam kisaran yang diinginkan. Terakhir, sensor kelembapan udara mengatur penggunaan motor humidifier dan dehumidifier untuk menjaga kelembapan udara pada tingkat yang diinginkan. Dengan demikian, prinsip kerja rangkaian ini memberikan kontrol otomatis terhadap kondisi-kondisi vital untuk pertumbuhan tanaman, memastikan bahwa setiap parameter lingkungan diatur sesuai kebutuhan melalui interaksi sensor dan aktuator yang disetel berdasarkan kondisi yang ditetapkan dalam kode Arduino.

4. Flowchart dan Listing Program [Kembali

  • Listing code
Kode Arduino di atas sepertinya merupakan program untuk mengontrol berbagai komponen dalam sebuah sistem pertanian atau lingkungan tumbuhan, seperti pemanas, pendingin, lampu UV, motor penyiram, dan lainnya. Berikut ini adalah penjelasan per bagian dari kode tersebut:

 Bagian 1: Definisi Pin

const int suhuPin = A3;
const int pemanasPin = 7;
const int pendinginPin = 6;

const int uvPin = A1;
const int uvOutputPin = 4;

const int soilMoisturePin = A2;
const int motorPin = 2;

const int phPin = A0;
const int phUpPin = 11;
const int phDownPin = 10;

const int dhtPin = 12;
const int motorhumi = 9;
const int motordehumi = 8;
```
Pada bagian ini, pin yang digunakan dalam sistem didefinisikan. Setiap perangkat seperti sensor suhu, pemanas, pendingin, sensor UV, motor penyiram, sensor kelembapan tanah, sensor pH, dan sensor kelembapan udara memiliki pin khusus yang terhubung ke papan Arduino.

Bagian 2: Setup

void setup() {
  Serial.begin(9600);
  pinMode(pemanasPin, OUTPUT);
  pinMode(pendinginPin, OUTPUT);
  pinMode(uvOutputPin, OUTPUT);
  pinMode(motorPin, OUTPUT);
  pinMode(phUpPin, OUTPUT);
  pinMode(phDownPin, OUTPUT);
  pinMode(motorhumi, OUTPUT);
  pinMode(motordehumi, OUTPUT);
}
```
Pada bagian setup, konfigurasi awal dilakukan. Serial communication diaktifkan, dan mode pin diatur sesuai kebutuhan (sebagai input atau output).

Bagian 3: Loop

void loop() {
  int suhu = analogRead(suhuPin);
  float suhuCelcius = (suhu / 1023.0) * 5.0 * 100.0;

  // Kontrol pemanas dan pendingin berdasarkan suhu
  if (suhuCelcius < 23) {
    digitalWrite(pemanasPin, HIGH);
    digitalWrite(pendinginPin, LOW);
  } else if (suhuCelcius > 29) {
    digitalWrite(pemanasPin, LOW);
    digitalWrite(pendinginPin, HIGH);
  } else {
    digitalWrite(pemanasPin, LOW);
    digitalWrite(pendinginPin, LOW);
  }

  // ... (proses pengendalian UV, kelembapan tanah, pH, kelembapan udara)

  delay(100);
}
```
Pada bagian loop, nilai-nilai dari sensor dibaca dan berbagai perangkat dikontrol berdasarkan nilai-nilai tersebut. Misalnya, pemanas dan pendingin dikendalikan berdasarkan nilai suhu, lampu UV dikendalikan berdasarkan tegangan UV, motor penyiram dikendalikan berdasarkan kelembapan tanah, dan sebagainya.

5. Kondisi [Kembali]

    K1. Sensor Suhu:

   - Jika nilai suhu kurang dari 23, maka pemanas dinyalakan dan pendingin dimatikan.

   - Jika nilai suhu antara 23 dan 29, maka pemanas dimatikan dan pendingin dimatikan.

   - Jika nilai suhu lebih dari 29, maka pemanas dimatikan dan pendingin dinyalakan.


   Output:

   - Pemanas akan aktif jika suhu < 23.

   - Pendingin akan aktif jika suhu > 29.


2. Sensor UV:

   - Jika nilai tegangan UV lebih dari 1.6, maka output UV dinyalakan.

   - Jika nilai tegangan UV kurang dari atau sama dengan 1.6, maka output UV dimatikan.


   Output:

   - Lampu UV akan aktif jika tegangan UV > 1.6.


3. Sensor Kelembapan Tanah:

   - Jika nilai kelembapan tanah kurang dari 59, maka motor penyiram dinyalakan.

   - Jika nilai kelembapan tanah 59 atau lebih, maka motor penyiram dimatikan.


   Output:

   - Motor Penyiram akan aktif jika kelembapan tanah < 59.


4. Sensor pH:

   - Jika nilai pH kurang dari 5.5, maka pH up dinyalakan dan pH down dimatikan.

   - Jika nilai pH antara 5.5 dan 7, maka pH up dimatikan dan pH down dimatikan.

   - Jika nilai pH lebih dari 7, maka pH up dimatikan dan pH down dinyalakan.


   **Output:**

   - Pupuk pH Up  akan aktif jika pH < 5.5.

   - Pupuk pH Down  akan aktif jika pH > 7.


5. Sensor Kelembapan Udara:

   - Jika nilai kelembapan udara kurang dari 60, maka motor humidifier dinyalakan dan motor dehumidifier dimatikan.

   - Jika nilai kelembapan udara antara 60 dan 85, maka motor humidifier dimatikan dan motor dehumidifier dimatikan.

   - Jika nilai kelembapan udara lebih dari 85, maka motor humidifier dimatikan dan motor dehumidifier dinyalakan.


   Output:

   - Motor Humidifier  akan aktif jika kelembapan udara < 60.

   - Motor Dehumidifier akan aktif jika kelembapan udara > 85.


Sesuaikan nilai-nilai ambang batas dan output sesuai dengan preferensi dan kebutuhan sistem Anda. Simulasikan desain di Proteus untuk memeriksa apakah kondisi ini menghasilkan perilaku yang diinginkan.


Download Rangkaian

Download Listing Code





Incubator

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Foto Hardware dan Diagram Blok 2. Prosedur Percobaan 3. Rangkaian Simulasi ...